The Projects


Image

Begitu kompleksnya permasalahan di dunia kita saat ini yang semakin meningkat, ternyata solusinya, dengan memalukannya, masih sederhana. Kemampuan manusia dalam berpikir kritis dan kesadaran moralnya, pada umumnya semakin tergerus dan telah runtuh. Semua ini diakibatkan oleh sifat arogansi, kesombongan diri selaku manusia yang memiliki akal dan kemampuan dalam segala hal, perilaku konsumtif yang menjurus ke sikap yang dipenuhi oleh kerakusan dan rasa ketidakpuasan terhadap segala hal yang mereka inginkan untuk memuaskan nafsu arogansi mereka. Hal inilah yang menjadi pondasi kehancuran ekosistem kehidupan bumi dimana kita berada saat ini. Sedang solusinya ternyata sangatlah sederhana. Kita hanya cukup menahan langkah sejenak dan mengembalikan diri kita ke fungsi dan peranan kita sebagai bagian dari ekosistem berbagai habitat alami di bumi ini. Hutan Pangan berbasis Permakultur merupakan aplikasi implementasi dan filosofis yang bergerak menjauh dari pola kehidupan konsumtif dan mendekat ke pola kehidupan produktif yang bertanggung jawab. Membina diri dan masyarakat untuk mandiri dan swadaya dalam ketahanan pangan.

Proyek ini terdiri dari tiga zona utama yaitu dari hulu, tengah dan hilir, dimana hulunya adalah sumber pangan dan bahan baku yang baik bagi manusia, alam dan makhluk hidup lainnya. Zona tengahnya adalah industri rumah tangga tanpa limbah (zero waste) dan zona hilirnya adalah edukasi dan pasar. Dimana ketiga zona ini akan menjadi sebuah eskosistem kehidupan yang akan terus berputar dalam sirkulasi yang tertutup, berkesinambungan dan seimbang.

Food Forest

Hutan pangan yang akan dikelola secara alami berbasis nilai etika/adab dari permakultur untuk menghasilkan sumber pangan dan bahan baku yang baik, bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Highlights

Bioregion

Regenerative Agriculture

Ecovillage

Produsen bahan pangan alami

Produsen bahan baku dan komoditi alami


Home Industry

Industri rumah tangga merupakan rutinitas komunitas dalam menjalani fungsi dan peranannya untuk membangun sirkulasi sosial ekonomi yang seimbang dan terus berputar (circular economy).

Highlights

Lumbung bibit/benih alami, pupuk dan pakan alami

Lumbung produk pangan alami dan ternak alami serta komoditas alami

Industri pengolahan produk turunan

Industri kerajinan dan anyaman


Education & Market

Aktifitas pendidikan dan pengembangan pasar untuk memastikan regenerasi dan perputaran ekosistem tetap berjalan dengan seimbang (adil), lestari dan berkecukupan.

Highlights

Ekowisata/Agrotourism

Permasantren/Sekolah Alam

Pasar offline dan online (Panen Mart)

Eskpor Komoditas

What We Grow

Dalam taman hutan pangan berbasis permakultur, kami membagi desain lanskap menjadi beberapa zona dari tingkat perhatian yang dibutuhkan dari setiap area yang disesuaikan faktor ekologis, situasi dan kondisi dari area/lahan yang akan dikembangkan menjadi area agrikultur regeneratif.

Image

Zona 0

Rumah (area tempat tinggal), workshop (home industry), produksi dalam ruangan (kecambah/fermentasi) dan pengolahan makanan, limbah, energi, dll. Di zona ini adalah wilayah aktifitas manusia dan komunitas selaku pengelola dan tim manajemen dari taman hutan pangan.

Zona 1

Area di luar zona 0 yang membutuhkan pengamatan, perawatan, dan panen teratur. Seperti berbagai tanaman sayuran jangka pendek (selada, sawi, kangkung, bayam, tomat, terong, brokoli, kembang kol, lettuce, daun bawang, pare, labusiam, oregano, jalapeno, dll), hewan ternak ayam/itik/bebek, toilet kompos, kompos cacing, dll.

Zona 2

Area yang dikelola kurang intensif tetapi tetap membutuhkan perhatian harian misalnya. Area produksi kompos, penangkaran lebah madu, kelinci, cacing, berbagai jenis tanaman bunga dan tanaman kebun lainnya seperti ubi jalar, singkong, wortel, kentang, kacang-kacangan, strawberi, murbei, cabe, tanaman herbal seperti serai, seledri, jahe, kunyit, lengkuas, kelor, okra, dll.

Zona 3

Area tanaman budidaya utama (tanaman musiman) dan ekosistem kolam (ikan, katak, siput, tanaman paku air). Memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang cukup minimal. Seperti sorgum, jagung, beras, labu, apel, lemon, jeruk, merica (lada), bawang merah, bawang putih, kopi, cokelat, pepaya, pisang, buah naga, pala, dll.

Zona 4

Area semi-liar. Zona ini terutama digunakan untuk area ternak swasembada (sapi, kambing, kuda, anoa, dll), tanaman pakan ternak (rumput gajah,dll), pohon buah-buahan seperti mangga, nangka, rambutan, alpukat, pohon kacang-kacangan, dan pohon kayu untuk konstruksi atau kayu bakar dan keperluan lainnya seperti jati, ahoni, jabon merah, leda (eucalyptus) suren, bayam jawa, kapuk/randu, pohon salam, dll.

Zona 5

Area liar dan alami, area yang jarang dikunjungi terkait dengan koridor satwa liar. Sebuah area hutan lindung. Tidak ada campur tangan manusia di zona 5 terlepas dari pengamatan ekosistem dan siklus alam. Melalui zona ini kita dapat membangun cagar alam bakteri, jamur dan serangga serta berbagai habitat lainnya yang dapat membantu atau menjadi ekosistem pendukung bagi kelestarian zona-zona di atasnya.

Our Location



Existing Condition



Site Plan



Layout Design