Setiap lapisan (layer) berbeda yang digambarkan di atas tidak hanya akan memproduksi makanan untuk konsumsi kita, tetapi juga makanan bagi habitat satwa liar. Alasan tidak diperlukannya pestisida kimia dan sejenisnya di hutan pangan kami, adalah bahwa setiap lapisan tersebut telah memiliki pemangsa yang memakan serangga yang dapat merusak tanaman, yang telah kita kenal dalam istilah proses rantai makanan dalam sebuah ekosistem. Lebih jauh lagi, ketika satwa liar di dalam hutan membuang limbah/kotorannya, mereka sedang menyebarkan lebih banyak benih dan menyuburkan tanah dengan memperkuat vegetasi yang terurai/membusuk dalam menciptakan tanah yang sehat, subur dan ekosistem pembaruan serta regenerasi yang berkelanjutan. Hutan akan menjaga dirinya sendiri, menghasilkan lebih banyak, atau setidaknya dengan kelimpahan dari setiap bagian yang tidak terpisahkan.

Permaculture

Permakultur adalah ilmu pengetahuan yang menggambarkan secara holistik tentang sistem desain ekologis dan kehidupan yang berkesinambungan, integrasi/simbiosis mutalisme antara manusia dan komunitas (masyarakat) dengan infrastuktur bangunan, lanskap, tanaman, dan satwa (makhluk hidup lainnya).

Permakultur adalah istilah holistik yang digunakan untuk menggambarkan cara hidup yang berkesinambungan. Permakultur adalah singkatan dari 'permanen kultur'. Dalam arti praktis, ini adalah metode untuk mengembangkan sistem yang berkelanjutan, harmonis, efisien dan produktif secara ekologis yang dapat diakses secara universal untuk seluruh manusia dan makhluk hidup lainnya, di mana saja dan kapan saja.

Permakultur merupakan aplikasi implementasi dan filosofis yang bergerak menjauh dari pola kehidupan konsumtif dan mendekat ke pola kehidupan produsen yang bertanggung jawab, yang menjadi kerangka material yang saat ini kami gunakan, dan akan menjadi kerangka kerja yang lebih berkelanjutan dan progresif. Permakultur bertujuan untuk menciptakan harmoni dalam segala hal. Dengan bekerjasama dengan alam, dengan perawatan dan pemeliharaan yang baik dan benar, kita dapat mengembangkan cara hidup yang ramah lingkungan yang bermanfaat bagi manusia, alam dan seluruh makhluk hidup di dalamnya.

Permakultur adalah desain ekologis yang mencakup segala hal yang dimulai dari pemandangan alam sekitar kita, hingga di lanskap alami kita. Hal ini tidaklah bersifat eksklusif, melainkan dapat dipraktikkan oleh siapa saja dan di mana saja. Proyek hutan pangan ingin mengalirkan pengetahuan tersebut ke dalam lingkup yang lebih luas yang bekerja sama atau berkolaborasi dengan masyarakat setempat dalam membangun hutan pangan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan manusia dan lingkungan di sekitarnya.

Image

Ethics

Permakultur didasarkan pada tiga etika/adab, yaitu "peduli bumi, peduli manusia, berbagi adil". Esensinya adalah adab kehidupan manusia di bumi, yang bermula dari adab kita terhadap bumi dalam keaneka ragaman hayatinya, adab kita terhadap sesama manusia dan berbagi adil dengan menetapkan batas konsumsi diri dan sirkulasi ekonomi yang tetap seimbang sehingga tercipta tatanan yang lebih adil, lebih sehat dan lebih harmonis.

Etika/Adab adalah mekanisme yang berkembang dari budaya yang mengatur kepentingan pribadi, memberi kita pemahaman yang lebih baik tentang sumber dan hasil yang baik dan buruk. Semakin besar kekuatan manusia, etika menjadi semakin kritis untuk budaya hidup dalam jangka panjang dan ketahanan biologis. Etika permakultur disaring dari penelitian dan pembelajaran dalam etika masyarakat dari berbagai budaya yang telah ada sebelumnya dalam keseimbangan relatif dengan lingkungan mereka yang telah berlangsung sekian lama sebelum peradaban kita saat ini. Ini tidak berarti bahwa kita harus mengabaikan pengetahuan besar di zaman modern ini, tetapi dalam transisi ke masa depan yang berkelanjutan, kita perlu mempertimbangkan nilai-nilai dan konsep-konsep di luar norma sosial saat ini dimana teknologi modern bisa menjadi salah satu solusi kreatif dalam implementasi permakultur.


Peduli Bumi (Earth Care)

Adalah menghargai bumi sebagai satu kesatuan dalam kehidupan, dan bahwa setiap makhluk ciptaan Tuhan di bumi memiliki nilai fungsi dan peranan masing-masing yang begitu berharga, baik yang telah diketahui ataupun yang belum diketahui. Permakultur bekerjasama atau berkolaborasi dengan sistem dunia yang alami, bukan dengan melawan alam. Permakultur menggunakan metode-metode yang tidak akan berdampak negatif sama sekali terhadap bumi dan seluruh makhluk hidup di dalamnya.

Peduli Manusia (People Care)

Adalah penataan bagi sesama manusia dalam mengakses sumberdaya yang dibutuhkan bagi kehidupan mereka. Permakultur bukanlah tatanan kehidupan yang merancang manusia untuk tertindas, atau teraniaya. Permakultur merancang kesejahteraan baik individu ataupun masyarakat. Sebagai individu, kita perlu menjaga diri dan sesama manusia sehingga sebagai komunitas (masyarakat), kita dapat mengembangkan gaya hidup yang harmonis dan selaras dengan semesta alam.

Berbagi Adil (Fair Shares)

Menentukan batas konsumsi dan berbagi adil. Dengan mengatur kebutuhan kita, kita dapat mengatur sumberdaya secara bijak. Artinya kita mengambil yang cukup dan membatasi diri untuk tidak serakah. Menentukan konsumsi tidaklah membatasi gerak manusia. Dan surplus ataupun keberlimpahan disikapi sebagai sarana bukan untuk menumpuk kekayaan, tetapi sebagai peluang berbagi dengan sesama makhluk bumi, baik sesama manusia maupun sesama makhluk hidup yang lainnya.

Principles

12 Prinsip Permakultur adalah kerangka berpikir, yang ketika digunakan bersama akan memungkinkan kita untuk merancang ulang lingkungan dan perilaku kita secara kreatif dalam dunia dimana ketersediaan energi dan sumber daya yang terbatas.

Prinsip-prinsip ini dapat dipahami secara universal, walaupun metode yang digunakan untuk menemukannya akan sangat bervariasi sesuai dengan tempat, situasi dan kondisi dimana kita berada. Mereka dapat diterapkan untuk kehidupan pribadi, ekonomi, sosial dan reorganisasi sistem politik masyarakat kita dan landasan etika permakultur dapat memandu penggunaan alat desain prinsip permakultur ini, untuk memastikan bahwa mereka digunakan dengan cara yang tepat, baik dan benar.

Setiap prinsip dapat dianggap sebagai pintu yang membuka ke seluruh sistem pemikiran, memberikan perspektif yang berbeda yang dapat dipahami pada berbagai tingkat kedalaman dan penerapannya.


1. Kreatif dalam merespon perubahan

"Vision is not seeing things as they are but as they will be."

2. Pengamatan dan Interaksi

"Beauty is in the eye of the beholder."

3. Tangkap dan Simpan Energy

"Make hay while the sun shines."

4. Strategi Panen (Faedah)

"You can't work on an empty stomach."

5. Sistem Swatata dan Menerima Umpan Balik

"We rip what we sow."

6. Gunakan Sumber Daya Terbarukan (Biologis)

"Let nature take its course."

7. Tanpa Limbah atau Residu

"Waste not, want not. A stitch in time saves nine."

8. Desain dari Pola Alam hingga Terperinci

"Can't see the wood for the trees."

9. Kolaborasi: Integrasi bukan Pemisahan

"Many hands make light work."

10. Gunakan Solusi Sederhana dan Bertahap (Perlahan-lahan)

"Take your time, the bigger they are, the harder they fall."

11. Gunakan dan Hargai Keanekaragaman

"Don't put all your eggs in one basket."

12. Optimalkan Tepian dan Hargai Marginal

"Don't think you are on the right track just because it is a well-beaten path."


Flower

“Bunga Permakultur” mencoba menghadirkan solusi dengan beberapa teknik dan teknologi yang bermanfaat, sekaligus pendekatan-pendekatan yang telah digunakan para desainer dan dapat direplikasi para praktisi permakultur di seluruh dunia. Tentu saja kita dapat mengembangkan sendiri, atau melakukan kombinasi atau inovasi lainnya.

Perjalanan permakultur dimulai dengan etika dan prinsip-prinsip desain. Permakultur menerapkan pemikiran ini pada tujuh bidang berbeda yang diperlukan untuk menciptakan budaya yang berkelanjutan.

Jalur spiral evolusi yang menghubungkan bidang-bidang ini, awalnya pada tingkat pribadi dan lokal, dan kemudian berlanjut ke tingkat kolektif dan global.

Beberapa bidang khusus, sistem desain, dan solusi yang telah dikaitkan dengan pandangan permakultur yang lebih luas, dapat dilihat pada di bawah ini.


Infrastuktur dan Bangunan

Infrastruktur yang dapat meningkatkan cara hidup dan kualitas kita sambil meminimalkan dampak jangka panjang.

01Material bangunan alami yang bersumber dari alam dan dapat diperbaharui (ditanam kembali): Tanah liat, jerami, pasir, kayu, bambu, dll.

02Pemanfaatan air dan pemanfaatan limbah: penampungan air, toilet kompos, dll.

03 Bioteknologi: manipulasi bentuk pohon untuk merancang struktur dan bangunan.

04 Menggunakan pola alam di dalam desain rumah, untuk aliran udara dan energi.

05 Konstruksi tahan bencana alam.

06 Menggunakan tenaga panas matahari (passive solar).

Peralatan dan Teknologi

Kecerdasan manusia digunakan untuk mengubah energi dari lingkungan kita menjadi sumber daya yang lebih bermanfaat bagi sesama dan semesta alam.

01 Peralatan yang dapat digunakan kembali (reuse) dan daur ulang (upcycle), plastik dari singkong yang biodegradabel dan edibel, peralatan pertanian berkualitas dan berumur panjang.

02 Teknologi Energi Terbarukan yaitu teknik pemampatan energi, insulasi dan konservasi, panas matahari (passive solar) dan panel surya (active solar), pembangkit listrik mikrohidro atau turbin angin, panas bumi (geothermal), pompa air tenaga panas bumi (ground source heat pumps).

03 Transportasi berupa sepeda kayuh dari bambu atau bahan yang awet dengan ban permanen atau terbarukan, sepeda motor listrik alternatif, gerobak sapi, kereta kuda, keledai pengangkut, dll.

Pendidikan dan Kebudayaan

Mendefinisikan kembali bagaimana kita belajar dengan menjadi lebih aktif dan mendorong kreativitas diri dan kemampuan diri dalam berpikir kritis.

01Pendekatan pendidikan melalui pendidikan di rumah (home schooling) atau di lingkup komunitas (permasantren), sekolah alam, ecopreneurship, terapi berkebun, ecotourism, dll.

02Proses pembelajaran dan pemikiran melalui pembelajaran kuantum realitifitas dan kecerdasan majemuk, pengembangan pemahaman terhadap peranan krusial agama (spiritual) dalam kehidupan manusia, pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dalam berpikir kritis, pemahaman akan metodologi dan epistimologi dalam ilmu pengetahuan.

03 Fasilitas berupa perpustakaan dan ruang lanskap untuk membaca, kawasan hayati (bioregion).

04 Budaya peran serta dengan mengaktifkan peranan workshop atau paguyubuan sebagai wahana untuk bermusyawarah dan berdisuksi dalam menemukan solusi akan permasalahan dan hal-hal yang terkait dengan pengembangan komunitas (masyarakat).

Kesehatan dan kesejahteraan spiritual

Mengambil lebih banyak tanggung jawab pribadi untuk kesejahteraan kita sendiri yang menjadi pondasi dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

01Kelahiran & menyusui di rumah. Mengembalikan kelahiran dan nutrisi bayi sebagai bagian dari ekonomi alam dan rumah tangga. Perlindungan terhadap hubungan pernikahan dan perceraian.

02Pengobatan komplementer & menyeluruh: Spektrum luas pendekatan untuk perawatan kesehatan di luar pengobatan allopathic konvensional. Ketersediaan nutrisi yang sehat dan seimbang, pola diet, slow food, raw food, olahraga, beladiri, dan kesehatan jasmani.

03 Fasilitas rumah ibadah sebagai fasilitas aktifitas beribadah secara berjamaah. Area pemakaman ekologis. Kematian alami (meninggal dengan bermartabat/kehormatan). Mengembalikan nilai-nilai spiritual dan budaya ke tanah kelahiran dan "negara".

Keuangan dan Ekonomi

Sistem perdagangan alternatif yang mengurangi ketergantungan pada sistem ekonomi moneter yang rapuh yang tidak memiliki nilai intrinsik sama sekali.

01Pasar dengan koneksi langsung dan kontrak jual beli antara produsen dan konsumen tanpa perantara.

02Kurensi alternatif dan sistem perdagangan adil. Kurensi lokal misalnya uang biji beras. Sistem pertukaran dan perdagangan lokal (local exchange trading systems), berbagi budi baik, pasar barter dan pasar festival, pasar terbuka petani (open farmers market).

03 Strategi pembiayaan kebun (common community financing). Kongsi/syirkah pertanian komunitas (community supported agriculture). Kerjasama inti-plasma atau PIR (subscription farming). Lumbung dan bank panen dengan bagi hasil kebun/mudharabah (share cropping).

04Pertukaran tenaga kerja sukarela untuk makanan, akomodasi dan pengalaman hidup ekologis.

Kepemilikan Lahan dan Tata Kelola Komunitas

Mengembangkan cara-cara baru untuk menyediakan akses ke lahan dan pengelolaan komunitas kita sehingga mampu untuk menstimulasi kreativitas sekaligus perawatan berjangka panjang.

01Kelompok kerja seperti kontrak wakaf dan inisiatif transisional, metode dan teknik pertemuan (farmers assembly), rapat dan musyawarah pengambilan keputusan, ruang terbuka bersama dan belajar bersama (open spaces), kecakapan memfasilitasi dan melatih, TOT (training of trainers), pelatihan fasilitator, asosiasi pelatih (facilitators guilds), dll.

Kesepahaman (akad konsensus). Mekanisme resolusi konflik. Mediasi (victim offender mediation), arbitrase dan perdamaian. Denda dan hukuman. Metode dan teknik pertemuan, rapat dan musyawarah pengambilan keputusan. Kesepahaman (konsensus). Mekanisme resolusi konflik.

02Struktur legal. Koperasi, pengelolaan wakaf (development trusts), perusahaan komunitas seperti Community Interest Companies, Social Econterprise, dll

03Pemukiman. Koperasi perumahan. Co-housing. Desa Ekologis (Eco-villages).

04Akses dan kepemilikan lahan. Tanah wakaf. Hak guna lahan (usufruct). Skema pembagian lahan. Warisan dan Wasiat

Penjagaan Lahan dan Alam

Permakultur dimulai dengan memahami alam, bekerja bersama dan bukannya melawannya. Dimulai dari sebuah sistem desain yang berfokus pada penciptaan tatanan tempat tinggal dan tempat hidup serta pertanian yang produktif.

01Sistem pertanian produktif yaitu Pertanian organik; Pertanian biodinamika steiner atau Biodynamics.

02Pengelolaan ternak. Manajemen penggembalaan holistic (agro-silvopasteural); Livestock (deposito daging) ayam, itik, unggas lain, kelinci, marmut, juga kambing dan sapi; Mercy slaughter (penyembelihan penuh welas asih); Pengelolaan Lebah.

03 Hutan kayu. Hutan analog (Analogue forestry); Agroforestry; Hutan lindung lebat berkesinambungan.

04Aquaculture. Akuakultur ekologis; Desain Aquaponics.

05Tema Tanaman pangan seperti, Agroecology, Pertanian konservasi (conservation agriculture); Kebun hutan (forest garden); Wanapangan/wanatani (food forest); Pertanian organik (organic farming); Bedengan permanen (minimum tillage raised beds), Bedengan Sumbu Kapiler (wicking beds), Bedengan Hugel (Hügelkultur), Bedengan spiral (herbs spiral), kebun mandala, bedengan lubang kunci (keyhole), Sistem kultur sayuran majemuk (polyveg systems); Teknologi penyimpanan benih dan rumah kaca (greenhouse); Pembibitan (nursery)

Epistimologi



Epistimologi Permakultur adalah prinsip holistik yang mengembalikan kerangka berpikir manusia sebagai makhluk yang berakal, dengan mengintegrasikannya ke dalam implentasi rasa yang bersumber dari dalam hati manusia untuk menjadi makhluk yang paling bermanfaat dan atau menjadi rahmat bagi semesta alam. Dengan kata lain, permakultur adalah sebuah gambaran besar bagi manusia dalam menemukan jalannya untuk menjadi khalifah/pemimpin di muka bumi.

Kita bisa memecahkan segala bentuk permasalahan dunia di taman hutan pangan.
Geoff Lawton