Kembali ke Alam

Alam sudah memiliki sistem sendiri dalam mengatur kelestariannya. Kebutuhan tanaman akan unsur hara sudah mereka cukupi sendiri melalui proses alami. Pencegahan terhadap hama dan penyakit tanaman juga telah dilakukan sendiri oleh alam melalui mekanisme yang bagus.

Ketika semua berjalan sebagaimana mestinya, maka tidak perlu campur tangan manusia untuk menyuburkan tanah pertanian ini, sehingga tanaman juga bisa tumbuh subur dan produksi maksimal.

Itulah konsep alam yang tidak perlu diragukan lagi.

Namun upaya manusia untuk meningkatkan hasil pertanian melalui penambahan pupuk dan obat-obatan kimia sintetis telah menyebabkan rusaknya sistem alam ini.

Bahan organik yang harusnya dikembalikan ke alam, malah dibuang begitu saja hanya menjadi limbah, atau bahkan hanya dibakar begitu saja, sehingga tanah minim akan bahan organik, akibatnya tanah menjadi keras dan kurang subur.

Penggunaan bahan kimia sintetis yang berlebihan juga telah banyak membunuh mikro organisme, sehingga fungsinya sebagai bagian dari ekosistem yang mempertahankan dan mengembangkan keberlanjutan siklus alam pun terhenti.

Penguraian bahan organik menjadi unsur hara menjadi lambat dan tidak sempurna. Tugas mikro organisme lain yang dalam memberi kekebalan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit juga tidak berjalan optimal. Perlindungan tanaman dari serangan hama dan penyakit juga menjadi lemah akibat matinya predator alami.

Oleh karena itu kita harus perlahan-lahan memperbaiki sistem alam ini dengan cara:

  1. Menanam secara organik.
  2. Mengembalikan semua bahan organik ke alam.
  3. Tidak menggunakan bahan-bahan kimia sintetis.

Bertani, berkebun, beternak, bertambak adalah jalan kita untuk belajar hidup menjadi orang yang baik yang bisa menjadi rahmat dan berkah bagi semesta alam. Bukan untuk memperkaya diri, memuaskan hasrat dan nafsu materalisme diri dan arogansi diri sebagai makhluk yang berakal.

Menjaga hubungan manusia dengan alam sekitar dan seluruh makhluk hidup di dalamnya adalah cermin-cermin dari karakter setiap manusia dalam menjalani hidup mereka yang sedang berdampingan dengan manusia lainnya.

Mental dan moral korup, perusak dan pembunuh terhadap alam dan makhluk lainnya begitu pula mental dan moral mereka terhadap sesama manusia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *